Kampus Merdeka, Jembatan Meraih Mimpi Masa Depan

  • Share
Rektor Itera Prof Mitra Djamal mengukuhkan 4.674 mahasiswa baru, Senin (16-8- 2021). Foto: ist

LAMPUNG – Menjadi mahasiswa merupakan sebuah anugerah yang tidak dimiliki  oleh setiap insan. Banyak faktor yang ikut memengaruhi  dan menentukan apakah sesorang bisa menyandang sebutan istimewa itu, atau sebaliknya.

Mereka yang tidak mampu secara ekonomi, tidak jarang terhambat untuk meraih status sebagai mahasiswa di perguruan tinggi. Sebaliknya, kalangan berpunya ada pula yang terkendala faktor motivasi sehingga gagal menyandang status tersebut.

Karena itu, bagi mereka yang telah menyandang predikat mahasiswa, menyia-nyiakan kesempatan itu jelas merupakan sikap tidak bijak sekaligus tidak terpuji.

Apalagi, di era kini, tatakala kemerdekaan untuk menentukan arah masa depan terbentang  lebih luas luas daripada era-era sebelumnya. Inilah era Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Adalah Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim penggagas program itu.  Melalui MBKM, Kemdikbud Ristek memberikan hak kepada seluruh mahasiswa di Indonesia untuk belajar di luar prodi, belajar di luar kampus selama 3 semester.

Melalui program yang sama, mahasiswa juga dapat memanfaatkan waktu untuk mengikuti berbagai program magang di perusahaan atau organisasi sosial dunia, studi independen, membangun desa, hingga mengikuti pertukaran mahasiswa ke luar negeri.

BACA JUGA:   Kiat Menulis Features: Bersihkan dari Hoax! (Bagian ke-1)

Dalam sambutan secara daring pada acara pengukuhan 4.674 mahasiswa baru Institut Teknologi Sumatera (ITERA, Bandar Lampung, Senin (16-8-2021),  Menristek Dikti kembali menekankan pesan penting tersebut kepaada mahasiswa ITERA.

Selain memberikan  ucapan selamat, pejabat yang akrab dipanggil dengan sebutan Mas Menteri itu memotivasi para mahasiswa baru ITERA untuk tidak pernah menyerah dalam mewuujudkan cita-cita.

“Manfaatkanlah masa kuliah untuk mengenal diri, membangun jembatan meraih mimpi dan berkontribusi untuk bangsa,” pinta Mas Menteri.

Pengukuhan

Dalam acara yang sama, Rektor ITERA, Prof Mitra Djamal mengukuhkan 4.674 mahasiswa baru, melalui sidang terbuka penerimaan mahasiswa baru ITERA tahun akademik 2020/2021. Agenda tersebut juga berlangsung dalam jaringan atau melalu daring.

Dalam sambutan, Rektor Mitra Djamal menekankan hakikiat atau gagasan besar dalam sejarah terbentuknya kampus ITERA.

“ITERA lahir guna memenuhi kebutuhan tenaga engineer berkualitas di Indonesia khususnya di Sumatera. ITERA didirikan, guna menghasilkan para tenaga insinyur berkualitas yang akan membangun Sumatera dan Indonesia di masa depan,” kata rektor.

Rektor juga menyebut, ITERA telah mengimplementasikan program MBKM seperti yang disebut Mas Menteri di atas.

“Kami harap implementasi Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka di ITERA berjalan maksimal dan mampu meningkatkan kompetensi lulusan ITERA baik softskill maupun hardskill, sehingga mereka akan lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman,” cetus Mitra.

BACA JUGA:   Kampus UPN "Veteran" Yogyakarta Gelar GCFoW 2021

Kepada mahasiswa baru, ia berpesan agar mereka, selain meningkatkan pengetahuan atau hard skill, juga membangun soft skill melalui berbagai kegiatan di ITERA.

Secara parallel, Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru ITERA Eko Satria dalam laporannya menyampaikan, sebanyak 4.674 mahasiswa baru ITERA diterima melalui lima jalur penerimaan yaitu SNMPTN sebanyak 2.085 mahasiswa (44,61%), SBMPTN 2.386 mahasiswa (51,05%), SMMPTN-Barat 164 mahasiswa (3,51%), USM Prestasi Khusus 30 mahasiswa (0,64%), dan Beasiswa Afirmasi Pendidikan (Adik) 9 mahasiswa (0,19%).

Mahasiswa baru ITERA merupakan putra dan putri daerah yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia. Berdasarkan pulau asal domisili, mahasiswa baru ITERA yang berasal dari Pulau Sumatera  disebut berjumlah 3.780 mahasiswa (80,87 %) dan dari luar Pulau Sumatera berjumlah 893 (19,11%).

Sedangkan lima provinsi terbanyak asal mahasiswa baru ITERA yaitu Lampung 2.326 (49,76), Sumatera Utara 677 (14,48%), Jawa Barat 381 (8,15%), Sumatera Selatan 340 (7,27%), dan Banten 251 (5,37%). Dengan penambahan mahasiswa baru tahun ini, secara keseluruhan, total mahasiswa aktif ITERA hingga 2021 berjumlah 16.171 orang.

BACA JUGA:   Ir Soekarno: Dari Muhammadiyah Untuk Indonesia yang Berkemajuan

Dalam kesempatan tersebut juga diumumkan status mahasiswa baru termuda, yakni disandang oleh Solafide Zamili (Prodi Teknik Informatika). Ia sosok berusia 16 tahun 2 bulan 17 hari. Mahasiswa dengan asal terjauh disebut adalah Sarce Olivia Norotouw (Prodi Teknik Geologi) yang berasal dari Kelurahan IMBI, Kecamatan Nimboran, Jayapura, Provinsi Papua, yang berjarak kurang lebih 4.596 km dari ITERA. Terdapat pula seorang mahasiswa baru yang berasal dari sekolah Indonesia Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, yaitu Welson Tawan

Pengukuhan mahasiswa baru ITERA secara langsung hanya diikuti perwakilan mahasiswa dari 35 program studi, dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat. Masing-masing perwakilan dilaporkan telah menjalani tes Covid-19. Sedangkan mahasiswa baru lainnya, para pimpinan dan civitas akademika ITERA mengikuti  acara secara daring.

Pengukuhan mahasiswa baru ITERA ditandai dengan ucap janji mahasiswa ITERA oleh seluruh mahasiswa baru dilanjutkan dengan simbolis pemakaian jas almamater kepada perwakilan mahasiswa baru oleh Rektor ITERA dan penyerahan kartu tanda mahasiswa. (acw)


Penulis: Agung Chandra Widi
Editor: Haryo P Dwiatmoko

  • Share