Aqua Dwipayana, Pulang Basamo, dan Hobi Silaturahimnya

  • Share
Aqua Dwipayana

NAMANYA Aqua Dwipayana. Koleganya biasa memanggilnya Aqua. Doktor ilmu komunikasi ini punya hobi silaturahim.

Pria kelahiran 23 Januari 1970 itu sesungguhnya berdarah Minangkabau tulen. Namun, keluarga dan teman sekolahnya memanggil bungsu lima bersaudara itu Ucok. Panggilan tersebut lazimnya untuk anak laki-laki Batak.

Ibu-Bapaknya, Asmi Samad-Syaifuddin, asli urang awak. Ibunya dari Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat. Bapaknya dari Ombilin, Danau Singkarak, Tanah Datar.

Mereka merantau dan menetap di Pematang Siantar, Sumatera Utara. Pasangan tersebut punya lima anak. Mereka adalah Mustafa Kamal (alm), Ana Pamelawati (alm), Ikhsyat “Adek” Syukur, Ratna “Ibet” Bektiaty, dan Aqua.

Aqua lahir besar di kota kelahiran Wakil Presiden 1978–1983 Adam Malik itu. Setamat SMA N 2 Pematang Siantar pada 1988, dia merantau ke Malang, Jawa Timur. Di kota berhawa sejuk itu, Aqua kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Di sana, dia tidak sekadar menimba Ilmu Komunikasi di FISIP UMM. Lebih dari itu, dia mempraktikkannya dengan nyambi kerja sebagai wartawan di berbagai media. Aqua tercatat pernah bekerja di Harian Suara Indonesia, Jawa Pos, Surabaya Minggu, dan Bisnis Indonesia.

Pulang Basamo – Aqua Dwipayana bersama istri dan dua kakak kandungnya di Villa Kencana Alahana Panjang, Solok, saat pulang Basamo (23/9/2025). Di sebelah kirinya: Retno Setiasih, Ratna Bektiaty, dan Ikhsyat Syukur. (Indrawilis/Edukasiindonesia.id)

Wisata Pulang Basamo ke Ranah Minangkabau

Bagi keluarga, kerabat, teman sekolah/kuliah, dan kolega jejaringnya, pakar komunikasi itu bagai gadget dengan satu sisi yang berbeda. Bedanya, kalau gawai bisa “mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat”. Adapun Aqua “mendekatkan yang jauh, merekatkan yang dekat”.

Baru-baru ini, misalnya, dia mendekatkan dan merekatkan keluarga besarnya melalui acara Pulang Basamo. Rutenya Jakarta-Padang-Jakarta. Aqua mendanai pemenuhan kebutuhan transportasi, akomodasi, dan konsumsinya. Saudara kandung dan sepupu beserta keluarga mereka ikut serta. Ada juga teman sekolah dan sahabat yang telah dia anggap sebagai saudara.

“Bagi saya kegiatan ini sekaligus sebagai wujud implementasi silaturahim. Langsung melaksanakannya selama delapan hari,” kata Aqua.

Alhamdulillah, Pulang Basamo sukses terlaksana pada 10-17 September 2025. Ini kali pertama keluarga besar almarhum Nilam Caya-Abdul Samad pulang kampung bareng. Yang ikut mudik ke tanah leluhur ialah para anak, cucu, dan menantu Non Samad dan Asmi Samad. Mereka adalah dua dari lima anak Nilam-Samad. Tiga lainnya ialah Asri Samad, Asril Samad, dan Irma Samad.

Aqua mengajak serta ibu dua anaknya, Retno Setiasih. Si bungsu Savero Karamiveta Dwipayana turut gabung. Adapun si sulung Alira Vania Putri Dwipayana ”nitip” absen. Saya dan istri, Yayah Nuriyah, juga masuk dalam rombongan Pulang Basamo.

BACA JUGA:   Disharmoni Hukum Hambat Penanganan kasus Pencucian Uang, Butuh Penyidik Bermoral Tinggi
Pasangan Satu Jiwa – Aqua Dwipayana dan Retno Setiasih (kiri) serta penulis dan istri (23/9/2025). Mendekatkan yang jauh, merekatkan yang dekat. (Indrawilis/Edukasiindonesia.id)

Berbagi dan Totalitas Melayani

Sebulan sebelum mengadakan Pulang Basamo, Aqua membentuk tim kecil. Anggotanya dia sendiri, Ikhsyat “Adek” Syukur, dan Indrawilis. Adek itu kakak kandung Aqua. Adapun Indrawilis sahabat Adek dan Aqua. Tim itulah yang menyiapkan seluruh kebutuhan rombongan. Sejak perjalanan darat naik bus Al Hijrah Jakarta-Padang, kunjungan ke berbagai destinasi di Sumbar, hingga kembali ke Jakarta naik pesawat.

Lima hari sebelum rombongan Pulang Basamo berangkat, Indrawilis terbang ke Sumbar.  Dia ingin memastikan kesiapan akomodasi, trasportasi, dan destinasi selama di Sumbar. Komunikasi intensif dia lakukan dengan Aqua dan Adek.

“Supaya persiapannya matang, pelaksanaannya lancar dan sukses. Sehingga para peserta puas, nyaman, dan senang,” ujar Aqua.

Agenda selama di Sumbar pun tersusun detil. Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, tujuan utamanya. Itulah kampung halaman Aqua dan rombongan Pulang Basamo.

Malam pertama rombongan menginap Bungus. Keesokan hari dan selanjutnya, mereka keliling mengunjungi objek wisata unggulan di sejumlah daerah Sumbar.

Aqua totalitas melayani semua anggota rombongan. Dia terkesan rendah hati dan tidak unjuk diri sebagai sponsor. Baik selama naik bus Al Hijrah Jakarta-Padang maupun bus Sutan Raya saat di Sumbar. Motivator bertarif Rp70 juta sekali tampil itu duduk di kursi bagian belakang bus.

Dia tampak menikmati sembari nostalgia masa lalu. April 1988 adalah kali terakhir Aqua naik bus trans Sumatera-Jawa pergi-pulang (PP). Waktu itu, rutenya lebih jauh, Yogyakarta-Pematang Siantar PP. Saat kuliah di UMM, rutenya tentu lebih jauh lagi.

“Setiap naik bus jarak jauh terutama di wilayah Sumatera, saya sangat menikmati dan terkesan sekali. Waktu itu di beberapa ruas jalan rusak parah sehingga tidak bisa diprediksi berapa lama jarak tempuhnya,” kata Aqua.

Silaturahim ke Masjid Al Hakim – Aqua Dwipayana bersilaturahim dengan pengurus Masjid Al Hakim Islamic Center Padang selepas sholat Dzuhur, Selasa (16/9/2025). Pendiri masjid bergaya Taj Mahal di tepi Pantai Padang itu, Haji Arnes Azwar, ialah kawan dekat Aqua. (Nurcholis MA Basyari/Edukasiindonesia.id)

Aqua Padukan Komunikasi, Wartawan, dan Silaturahim

Dunia ilmu komunikasi, wartawan, dan silaturahim itu saumpamo aua jo tabiang, umpamo ikan jo aia. Demikian kata pepatah Minangkabau. Sebelas-dua belas dengan peribahasa Jawa tumbu oleh tutup. Pepatah tersebut mendeskripsikan sesuatu yang cocok atau klop. Keselarasan, dan kesesuaian dalam berbagai konteks interaksi sosial.

“Hobi” Aqua menjalin silaturahim tumbuh subur sebagai implementasi ilmu komunikasi. Juga sebagai konsekuensi dalam menjalani profesi sebagai wartawan. Apalagi kemudian dia pindah kerja ke bidang hubungan masyarakat (humas).

Ziarah – Aqua Dwipayana bersama Ikhsyat Syukur berziarah ke makam Rudy Suardana dan Susianawati Harlim Suardana di Puncak Nirwana Memorial Park, Pasuruan, Jawa Timur. Rudy dan Susi adalah orangtua Ventje Suardana. (Dok/Edukasiindonesia.id)

Hobinya itu makin “menggila” setelah Aqua menekuni profesi sebagai motivator sejak 2005 hingga kini. Dia tujuh tahun menekuni profesi wartawan (1988-1994). Lalu, 10 tahun bekerja sebagai staf humas PT Semen Cibinong (1995-2005). Perusahaan tersebut sempat berganti nama. Menjadi PT Holcim Indonesia dan PT Solusi Bangun Indonesia.

BACA JUGA:   Fahriadi, 16 Tahun Setia Mengabdi Jadi Guru Honorer dan Kontrak

Dia juga menamatkan pendidikan ilmu komunikasi hingga jenjang akademik tertinggi. Jenjang S2 dan S3 dia tamatkan di Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran, Bandung. Saat puncak acara Dies Natalis ke-65 (18/9/2025), Fikom Unpad menganugerahi Aqua penghargaan. Almamaternya itu mengapresiasi Aqua atas prestasinya sebagai motivator yang menginspirasi. Dia mendapat anugerah kategori Konsistensi Mendorong Reputasi Fikom dengan Menyertakan pada Aktivitasnya.

Rugi Besar Lewatkan Silaturahim

Bagi ayah dua anak ini, tiada hari tanpa silaturahim. Di mana pun “manggung” sebagai motivator, dia selalu mengagendakan silaturahim. Dia temui seseorang atau beberapa orang. Bisa ke kerabat atau kawan lama atau bahkan jejaring baru yang dia dapatkan dari kolega. Atau sengaja menziarahi makam orangtua kolega. Bisa pula sengaja meniatkan sholat di masjid yang sahabatnya mendanai pembangunan dan pengelolaannya.

Masjid Haji Alius – Rombongan Pulang Basamo singgah sholat Dzuhur dan Ashar di Masjid Haji Alius. Pendirinya, Komjen Pol (purn) Suhardi Alius, sahabat dekat Aqua Dwipayana. (Dok/Edukasiindonesia.id)

Aqua tampak merasa rugi besar kalau saat berkegiatan di suatu daerah hanya melaksanakan satu agenda tunggal. Bahkan saat sesi sharing komunikasi dan motivasinya padat sepanjang pagi hingga petang. Dia tetap sempatkan untuk di pagi-pagi sekali atau malam hari. Waktunya bisa saat berpindah dari satu lokasi atau kota ke tempat lainnya. Tidak jarang juga ketemunya di bandara sambil menunggu jadwal terbang.

Menyambung Silaturahim Almarhum Orangtua

Saat Pulang Basamo 10-17 September 2025, misalnya. Aqua sempatkan silaturahim di tengah jadwal perjalanan yang amat padat.

“Mas NURCHOLIS, besok (Selasa (16/9/2025) pagi pukul 05.20 berkenan bareng saya n Bang Adek ketemu Dirut Bulog Mas RIZAL di Hotel Santika Premiere?” ujar Aqua via pesan WhatsApp, Senin (15/9/2025) pukul 22.19 WIB.

Sekira lima jam sebelumnya, Aqua dan rombongan baru tiba di Kota Padang. Mereka dari kawasan wisata Puncak Lawang, Kabupaten Agam. Tiga jam kemudian, sembari menikmati es durian di Kafe Iko Gantinyo, dia bertemu Rukiyat. Rukiyat ialah tokoh masyarakat Tionghoa yang juga pengurus Yayasan Buddha Tzu Chi Padang.

Selasa (16/9/2025) pagi-pagi itu, Aqua jadi silaturahim bertemu Direktur Utama Perum Bulog Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani. Dia tidak hanya bertemu dengan mantan Komandan Satgas Bawah Kendali Operasi Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian itu.

BACA JUGA:   Plt Dirjen Diktiristek Kemendikbud Prof Nizam Apresiasi GWPP

Aqua juga bertemu Rizal H Damanik dan Komjen Pol Purn Agung Setya Imam Effendy. Mereka masing-masing adalah Direktur Produksi dan Pengembangan Usaha PTPN III dan Direktur Aset PTPN III. Kedua Rizal tersebut sama-sama kawan lama Aqua.

“Orangtua kami, almarhum Bapak M Aman Damanik dan almarhum Bapak Syaifuddin berteman akrab. Semasa hidupnya mereka sering ketemu di Kebun Bah Jambi dan Kota Pematang Siantar,” kata Rizal menyebut pertemanan ayahnya dengan ayah Aqua.

Di hotel yang sama, Jumat (12/9/2025) pagi, Aqua menemui kawan lamanya, Kepala Satuan Pengawasan Internal (SPI) PT Jasa Raharja Rama Yudha. Rama bersama Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Sumbar Teguh Afrianto. Itu pertemuan mendadak sebelum Aqua kembali bergabung dengan rombongan Pulang Basamo berwisata ke Pantai Mandeh. Malam sebelumnya, dia dan rombongan baru tiba dari perjalanan darat Jakarta-Padang naik bus.

Aqua Dwipaya dan dua direktur PTPN III di Hotel Santika Premiere Padang (16/9/2025)
Merajut Silaturahim – Aqua Dwipayana bersama Direktur Produksi dan Pengembangan Usaha PTPN III Rizal H Damanik (kanan) dan Direktur Aset PTPN III Komjen Pol Purn Agung Setya Imam Effendy di resto Hotel Santika Premiere Padang, Selasa (16/9/2025) pagi. (Dok/Edukasiindonesia.id)

Memetik Buah Silaturahim

Aqua kerap mempertemukan banyak orang dengan berbagai latar belakang dan posisi/jabatan. Mereka dari kalangan beragam, baik lembaga pemerintah maupun korporasi swasta. Termasuk, TNI-Polri, para jenderal hingga jajaran di bawahnya. Namun, dia tidak mau memposisikan diri sebagai mak comblang alias makelar.

“Semuanya mengalir saja. Lillahi ta’ala. Saya meyakini kalau kita baik, Tuhan akan jauh lebih baik kepada kita. Kalau kita suka menolong orang, Tuhan jauh lebih berlipat ganda menolong kita,” ujarnya.

Itulah yang benar-benar dia rasakan. Baik saat melaksanakan “hobi” silaturahim maupun sharing komunikasi dan motivasi. Baik di dalam negeri maupun di mancanegara.

Pada gelaran Pulang Basamo 10-17 September 2025, misalnya. Banyak pihak yang turut mendukungnya. Sebutlah Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dan Dirut Duta Anggada Realty Ventje Suardana. Ada juga pengusaha air mineral merek Aqua dan jenis minuman lainnya Anton Purnomo. Lalu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumbar Darma Wijaya dan Komisaris Utama Semen Padang Prof Werry Darta Taifur.

Gatot menyiapkan bus wisata Sutan Raya pengangkut rombongan selama lima hari (12-16/9/2025) di Sumbar. Darma meminjamkan mobil dan sopir untuk mendukung kegiatan selama enam hari (11-16/9/2025).

Aqua & Aqua – Aqua Dwipayana bersama pengusaha air mineral merek Aqua, Anton Purnomo. (Dok/Edukasiindonesia.id)

Adapun Werry mempersilakan rombongan Pulang Basamo menginap di Vila Kencana miliknya di Alahan Panjang, Kabupaten Solok. Ventje dan Anton memberikan bantuan lainnya. Bukan hanya Aqua yang merasakan dahsyatnya dampak silaturahim. Tentu saja, seluruh rombongan kecipratan manfaatnya. (Nurcholis MA Basyari)

  • Share