Pulang Basamo di Luar Pakem Ala Aqua

  • Share

Pulang basamo atau mudik bersama lazimnya berkaitan erat dengan perayaan hari raya. Namun, kali ini Aqua melakukannya di luar pakem. 

Masyarakat di berbagai belahan dunia masing-masing punya tradisi unik mengobati rindu dan menunjukkan cinta terhadap kampung halaman. Libur hari raya atau hari besar biasanya menjadi momentum ramai-ramai pulang kampung. Mudik menjadi fenomena global kaum urban.

Masyarakat China alias Tiongkok berduyun-duyun mudik saat setiap musim perayaan Imlek. Pun demikian warga Amerika Serikat saat merayakan Natal atau Hari Kemerdekaan 4 Juli. Di Indonesia yang mayoritas muslim, Idul Fitri menjadi momentum jutaan orang kota pulang kampung ramai-ramai. Tak pelak, jalan raya antarkota-antarprovinsi amat padat dan lalu lintas pun tersendat.

Tidak Lazimnya Aqua Sponsori Pulang Basamo 

Lain ladang lain belakang, lain lubuk lain ikannya. Begitulah Aqua Dwipayana punya pakem sendiri untuk mudik atau pulang basamo keluarga besar dan koleganya. Motivator jebolan Universitas Padjadjaran itu menyeponsori acara pulang bersama. Waktunya bukan pada masa libur Lebaran atau hari libur lainnya. 

Selama sepekan (10-17/9/2025), ayah dua anak itu pulang kampung ke tanah leluhurnya di Sumatera Barat (Sumbar). Aqua berangkat naik bus Al Hijrah K 7780 QC bersama 18 anggota rombongan. Sepuluh orang laki-laki dan sembilan lainnya perempuan. Paling tua Zainal Usman (93 tahun 1 bulan). Paling muda Bidadari, kelahiran 20 Maret 2013 yang duduk di kelas 7 atau kelas 1 SMP. Lainnya berusia 20-an hingga 60-an tahun.

“Ketidaklaziman” lainnya ialah titik keberangkatan dari terminal yang berbeda. Tiga orang naik dari Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Sembilan lainnya dari Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Dan tujuh lagi dari Poris, Tangerang, Banten.

Aqua dan Ikhsyat “Adek” Syukur berangkat dari Terminal Pondok Pinang. Saya dan istri, Yayah Nuriyah, satu “kloter” dengan adik berkakak tersebut. Kakak perempuan Aqua, Ratna “Ibet” Bektiaty, berangkat dari Kampung Rambutan. 

BACA JUGA:   Pulang Basamo, Desa Konoha Lembah Harau Nan Memukau (3)

Adapun istri Aqua, yakni Retno Setiasih, dan anak mereka, Savero Karamiveta Dwipayana, menyusul naik pesawat. Karena tidak bisa ambil cuti, mereka terbang dari Jakarta ke Padang, Jumat (12/9/2025).

Tim Advance Survei Lapangan

Indrawilis dan istrinya, Iriene, berangkat sepekan sebelumnya tim advance. Da In, panggilan akrab pria asal Solok itu, keliling Sumbar. Istrinya yang berdarah Thailand, Tiongkok, dan Indonesia itu setia mendampinginya. 

Tujuannya mensurvei tempat-tempat menarik untuk kunjungan wisata peserta Pulang Basamo. Termasuk hotel/penginapan serta restoran khas Minang untuk singgah makan siang dan malam. Lokasi masjid untuk sholat rombongan juga tidak luput dari survei. Survei ini sangat penting untuk menyusun itinerary atau rincian jadwal kunjungan wisata.

“Makasih Da In yang telah mempersiapkan secara matang sehingga Pulang Basamo lancar dan sukses. Juga semua kegiatan di Padang, Pesisir Selatan, Solok, Tanah Datar, Payakumbuh, Lima Puluh Kota, dan Bukittinggi. Luar biasa dedikasi Da In,” kata Aqua. Adek dan anggota rombongan lain menyampaikan apresiasi senada.

Jauh hari sebelumnya, Aqua menunjuk Adek dan Indrawilis sebagai motor panitia. Tugas mereka menyiapkan rencana dan mengatur pelaksanaannya  secara matang. Mereka berdua menerima dan menjalankan amanah sepenuh hati. 

Maraton Jakarta-Padang 37,5 Jam

Perjalanan Darat – Para peserta Pulang Basamo naik bus Al Hijrah Jakarta-Padang. Waktu tempuh sekira 34,5 jam dari Terminal Pondok Pinang, Jakarta Selatan. (Nurcholis MA Basyari/Edukasiindonesia.id).

Setelah mengantre panjang di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Cilegon, Banten, bus Al Hijrah K 7780 QC akhirnya memasuki KMP Port Link III. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengoperasikan kapal eksekutif rute Merak-Bakauheni, Lampung, itu sejak 2018. Kapal terbesar milik PT ASDP tersebut menempuh pelayaran melintasi Selat Sunda sekira satu jam. KMP Port Link III dalam sekali perjalanan dapat mengangkut 330 unit mobil dan 1.200 orang.

BACA JUGA:   Empat Pilar CSR Tower Bersama Group ini Patut Jadi Rujukan

“Saya berangkat dari rumah abis Subuh. Sekitar jam 05.00,” kata Nanda Novriandri, salah satu anggota rombongan. Pedagang ayam potong itu tinggal di kawasan Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat. 

Putra Ana Pamelawati, kakak kandung Adek, itu berangkat dari Terminal Kampung Rambutan. Terminal bus antarkota-antarprovinsi itu sebagai titik pemberangkatan pertama Al Hijrah rute Jakarta-Padang. Selanjutnya, bus menjemput penumpang di Pondok Pinang, kemudian ke Poris. 

Itu artinya, Nanda menghabiskan waktu 37,5 jam untuk Pulang Basamo dari rumahnya ke rumah leluhurnya di Bungus, Padang. Bus Al Hijrah K 7780 QC berhenti di depan rumah tujuan sekira pukul 20.30. Bus melanjutkan perjalanan dengan tujuan akhir Painan, Pesisir Selatan.

Selama lebih dari 30 jam itu pula sesama peserta saling berinteraksi. Itu terjadi dalam perjalanan di bus, di atas kapal, serta saat singgah untuk istirahat, sholat, dan makan.

Jamuan Menu Khas Minangkabau

Sesampai di rumah, Afriani dan Adiknya, Sulastri, beserta anak-anak mereka telah menyiapkan aneka makanan khas Minangkabau yang lezat. Ada gulai kepala ikan, goreng ikan sala, pucuk ubi rebus, anyang, keripik ikan teri, dan gulai sayur buncir. Rombongan pun melahap makanan yang tersaji. Mereka serasa sedang menikmati kuliner Minang yang terkenal lezat karena bumbu rempahnya yang berani.

Kamis (11/9/2025) malam itu, rombongan menginap di Bungus. Keesokan harinya hingga kembali ke Jakarta naik pesawat Selasa (16/9/2025) petang rombongan terus berpindah. Afriani dan Sulastri serta empat anak mereka ikut gabung. 

Kuliner Padang – Setiba di Bungus, Padang, Kamis malam (11/9/2025), rombongan Pulang Basamo mendapat jamuan makan. Menunya aneka makanan khas Minangkabau yang terkenal lezat karena bumbu rempahnya. (Dok. Edukasiindonesia.id)

Agendanya berwisata ke berbagai destinasi di Sumbar. Sembari menikmati kuliner khas Minang saat waktu makan siang dan malam tiba. Menginapnya pun berpindah-pindah di sekitar destinasi wisata yang mereka kunjungi. Inilah juga kegiatan Pulang Basamo di luar kelaziman ala Aqua.

BACA JUGA:   Tulisan (Wartawan) Yang Menggerakkan

“Wah seneng banget. Rasanya kayak lagi ikutan study tour sama keluarga,” ujar Bidadari. 

Sebelumnya, Aqua Sponsori Umroh Gratis

Bukan kali ini saja Aqua menyeponsori perjalanan berjamaah. Jauh sebelumnya, motivator bertarif Rp70 juta sekali tampil itu mendanai umroh gratis. Namanya gerakan umroh The Power of Silaturahim (POS).  

Saya mendapat amanah sebagai ketua rombongan umroh POS I-IV. Total pesertanya mencapai 167 orang.

Perinciannya, POS I (8-15 Januari 2017) 35 orang. POS II (18-26 April 2018) 39 orang. POS III (4-12 April 2019) 50 peserta. Dan POS IV (31 Oktober-8 November 2022) 43 orang. Para peserta berasal dari berbagai daerah di 17 provinsi Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua.

Malam Silaturahim – Dirut PT Duta Anggada Realty Ventje Suardana (kiri) menghadiri Malam Silaturahim Jamaah Umroh POS III di Mess Perwakilan Seskoad di Jalan Ksatria No. 4 Berlan, Matraman, Jakarta Timur. Di sebelah kirinya, secara berurutan ialah Komandan Seskoad (ketika itu) Mayjen TNI Kurnia Dewantara, Aqua Dwipayana, dan Guru Besar Fikom Unpad Prof Deddy Mulyana, MA, PhD. (Nurcholis MA Basyari/Edukasiindonesia.id).

Nama POS I-IV terinspirasi dari judul buku best seller-nya. Yakni, The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi. Buku tersebut tercetak ulang sembilan kali hingga mencapai 180 ribu eksemplar. Aqua mengalokasikan hasil penjualan buku tersebut dan dua buku lainnya untuk membiayai umroh gratis itu. Doktor ilmu komunikasi itu juga menyisihkan honornya sebagai pembicara untuk kegiatan sosial-keagamaan itu. 

Dua buku lainnya itu ialah Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan) dan Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama.Belakangan, beberapa donatur ikut tergerak berkontribusi. Salah satunya ialah Direktur Utama PT Duta Anggada Realty Ventje Suardana. (Nurcholis MA Basyari)

  • Share