WAIKABUBAK, edukasiindonesia.id – Ketua Presidium Konfederasi Nasional Pordasi Triwatty Marciano menerima Penghargaan LEPRID (Lembaga Prestasi Indonesia Dunia), Sabtu (18/7/2026). Kategorinya sebagai Pelopor dalam Mendorong Pengembangan, Pembinaan, dan Peningkatan Prestasi Kuda Lokal Indonesia sehingga mampu bersaing pada perlombaan pacuan kuda tingkat nasional dan dunia.
Laurens Leba Tukan Perwakilan LEPRID menyerahkan penghargaan tersebut di Arena Pacuan Kuda Gelora Pada Eweta, Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat. Turut hadir antara lain para pecinta olahraga pacuan kuda, tokoh olahraga, pemerintah daerah, dan peternak kuda.
Apresiasi Kemajuan Pacuan Kuda Indonesia
Penghargaan ini sebagai apresiasi LEPRID atas dedikasi dan kepemimpinan Triwatty Marciano memajukan pacuan kuda Indonesia. Melalui berbagai program pembinaan dan pengembangan Konfederasi Nasional Pordasi, dia berkontribusi nyata meningkatkan kualitas pembinaan, dan memperkuat ekosistem olahraga berkuda. Selain itu, juga mendorong lahir kuda-kuda lokal yang semakin kompetitif.
Perhatian terhadap pengembangan kuda lokal Indonesia juga menjadi fokus penting dalam upaya membangun prestasi olahraga berkuda yang berkelanjutan. Berkat sinergi antara organisasi, pemerintah daerah, komunitas peternak, pemilik kuda, dan para atlet, potensi kuda lokal Indonesia bukan hanya semakin berkembang. Lebih dari itu juga berpeluang tampil kompetitif di berbagai kejuaraan nasional dan internasional.
Pendiri dan Ketua Umum LEPRID Paulus Pangka menyatakan pemberian penghargaan ini sebagai penghormatan atas dedikasi dan kepemimpinan Triwatty Marciano dalam memajukan olahraga pacuan kuda Indonesia.
“Ibu Triwatty Marciano telah menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam mendorong pengembangan dan pembinaan kuda lokal Indonesia. Kepedulian, konsistensi, dan semangat beliau menjadi inspirasi bagi seluruh insan olahraga berkuda untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan sehingga kuda lokal Indonesia semakin berprestasi dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun dunia,” ujar Paulus Pangka.
Harapan dan Motivasi
Lebih lanjut, Paulus Pangka menegaskan kemajuan olahraga pacuan kuda memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Termasuk, organisasi olahraga, pemerintah, peternak, pemilik kuda, pelatih, dan para atlet.
“LEPRID berharap penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat pembinaan olahraga berkuda nasional serta mengangkat potensi kuda lokal Indonesia sebagai aset bangsa yang memiliki nilai olahraga, budaya, pariwisata, dan ekonomi. Dengan semangat kebersamaan, Indonesia berpeluang besar menjadi salah satu kekuatan pacuan kuda yang disegani di tingkat internasional,” tambahnya.
Melalui penghargaan ini, LEPRID mengapresiasi tokoh-tokoh yang menunjukkan dedikasi, kepemimpinan, dan kontribusi nyata dalam memajukan olahraga Indonesia. Penghargaan ini dapat semakin memotivasi insan olahraga untuk terus melahirkan prestasi yang membanggakan bangsa dan negara.










