JAKARTA, edukasiindonesia.id – Sebanyak 15 wartawan media situs berita (siber) terpilih sebagai peserta Journalism Fellowship on CSR (Corporate Social Responsibility) atau JFC angkatan (batch) III 2026.
Direktur Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) Nurcholis MA Basyari mengatakan para peserta terpilih itu berasal dari sejumlah daerah di Indonesia. Sekira 40 wartawan dari berbagai daerah menyampaikan minat mereka mengikuti program hasil kolaborasi GWPP dengan Tower Bersama Infrastruktur (TBIG) ini.
“Setelah kami seleksi, terpilihlah 15 wartawan. Selamat kepada rekan-rekan wartawan terpilih. Mohon maaf kepada rekan-rekan lain yang belum dapat kami tampung. Terima kasih atas sambutan dan minatnya,” ujar Nurcholis, Selasa (12/5/2026).
Nurcholis menjelaskan GWPP selama ini memang membatasi jumlah peserta fellowship pendidikan dan pelatihan jurnalistik. Pertimbangannya tidak lain demi efektivitas pelatihan tersebut.
Ahli pers dan asesor Uji Kompetensi Wartawan itu menjelaskan proses rekrutmen dan seleksi berlangsung selama sekira satu bulan. Adapun komposisi peserta terpilih terdiri dari tujuh perempuan dan delapan laki-laki.
Peserta Fellowship Terpilih
Berkut peserta terpilih yang akan mengikuti pendidikan dan pelatihan jurnalistik JFC Batch III 2026:
1. Moehamad Dheny Permana, Akurat.co, Bekasi, Jawa Barat.
2. Fatimah Az Zahra, Kompas.com, Boyolali, Jawa Tengah.
3. Tinwarotul Fatonah, Ayobandung.com, Batang, Jawa Tengah.
4. Dina Indriani, Jogja Viva Jogja (Jogja.viva.co.id), Batang, Jawa Tengah.
5. Faryyanida Putwiliani Priyantika, Tribunnews.com, Surakarta, Jawa Tengah.
6. Romensy Augustino, Tirto.id, Karanganyar, Jawa Tengah.
7. Rinto Heksantoro, Jatengpress.com, Purworejo, Jawa Tengah.
8. Novia Rochmawati, Radarpekalongan.disway.id, Pekalongan, Jawa Tengah.
9. Prasetyo Lanang, Jatimtimes.co, Malang, Jawa Timur.
10. Hulwa Dzakira, Waspada.id, Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam.
11. Lenggo Geni, Topsatu.com/Harian Singgalang, Padang, Sumatera Barat.
12. Dian Marfani, Realitapost.com, Bengkulu.
13. Buliza Rahmat, Infosumbar.net, Padang, Sumatera Barat.
14. Ikram, Mediaalkhairaat.id, Palu, Sulawesi Tengah.
15. Bayu Apriliano, Kompas.com, Purworejo, Jawa Tengah.
Kick Off Journalism Fellowship on CSR
Seperti sebelumnya, program JFC Batch III akan berlangsung secara daring dan luring selama sekira satu bulan pada Juni 2026. Selama mengikuti Fellowship ini, peserta mendapatkan tunjangan beasiswa.
“Sebelum sesi pendidikan dan pelatihan dimulai, peserta wajib mengikuti kegiatan kick off pada Jumat, 22 Mei 2026.”
Kick off JFC 2026 angkatan ke-3 akan berlangsung di Rumah Belajar TBIG di kawasan Karawaci, Tangerang, Banten. Acara pembukaan tersebut akan berlangsung secara hybrid, yakni luar jaringan (luring) atau offline dan dalam jaringan (daring) atau online.
Ikut Fellowship Tetap Produktif
Kegiatan JFC 2025 meliputi pelatihan, praktik, dan pendampingan (coaching & mentoring). Selama mengikuti fellowship ini, peserta tetap aktif melaksanakan tugas-tugas jurnalistik mereka.
Para peserta akan mendapatkan materi yang mencakup tiga aspek kompetensi jurnalistik wartawan. Ketiga aspek itu ialah keterampilan (skill), pengetahuan (knowledge), dan kepekaan atau kesadaran (awareness).
“Kegiatan pelatihan ini sama sekali tidak mengurangi produktivitas peserta dalam melaksanakan tugas dari media tempat mereka bekerja. Alhamdulillah, itu sudah terbukti pada enam batch sebelum-sebelumnya,” kata Nurcholis, yang berpengalaman panjang berkarier jurnalistik di berbagai platform media regional, nasional, maupun internasional.
Sebelumnya, GWPP sukses menggelar Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP) dalam empat angkatan pada 2021-2022 dan dua angkatan JFC 2025. Pesertanya para wartawan media cetak dan siber atau online. Mereka merasakan manfaatnya yang sangat besar mengikuti kegiatan tersebut. Mereka merasakan diklat jurnalistik GWPP membuka cakrawala pengetahuan dan keterampilan jurnalistik.
Pendidikan dan pelatihan jurnalistik FJP berdurasi tiga bulan, sedangkan JFC satu bulan. Masing-masing pesertanya 15 orang. Mereka terseleksi dari media nasional di Jakarta dan berbagai daerah di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
FJP 1-4 terselenggara atas kolaborasi GWPP dengan PT Paragon Technology and Innovation. Adapun penyelenggaraan JFC 1-3 ialah hasil kolaborasi GWPP dengan TBIG.
Peran Strategis Pers
Nurcholis menjelaskan wartawan memiliki peran sangat strategis dalam konteks demokrasi untuk membangun serta memajukan bangsa dan negara. Undang-Undang No 40/1999 tentang Pers mengukuhkan peran pers sebagai pilar keempat demokrasi itu, selain lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
“Pasal 3 dan 6 UU Pers 1999 menegaskan fungsi dan peran pers yang bukan semata-mata sebagai lembaga ekonomi serta media informasi dan hiburan. Lebih dari itu, pers mengemban misi mulia mengedukasi masyarakat dan sebagai kontrol sosial. Untuk itu, pers harus mampu mendudukkan suatu peristiwa, problematika, dan wacana yang muncul sehingga publik dapat memahami dan merespons secara tepat.”
Di sisi lain, lanjutnya, aksi dan operasi korporasi, khususnya program CSR, memberikan peluang bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Bagi korporasi, CSR dapat menjadi penguat bahwa operasinya memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Adapun bagi publik, kegiatan CSR menebar manfaat bagi pemberdayaan, pengembangan keterampilan/keahlian, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kebermanfaatan itu mencakup berbagai bidang, termasuk ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan lingkungan, baik sosial, budaya, maupun alam.
“Di situlah ada persamaan kepentingan dan peran strategis antara pers dan CSR. Pers dan CSR sama-sama berkepentingan bahwa keberadaannya memberikan manfaat bagi masyarakat atau publik,” jelas Nurcholis. (***)
