Journalism Fellowship on CSR III Hasilkan 220 Lebih Karya

  • Share

PEKALONGAN, edukasiindonesia.id – Program Journalism Fellowship on Corporate Social Responsibility (JFC) Batch III berakhir seiring dengan penyerahan sertifikat kepada para peserta di Rumah Batik TBIG, Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (10/7/2026).

Direktur Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan Nurcholis MA Basyari bersama Chief of Business Support TBIG Lie Si An menyerahkan sertifikat tanda kelulusan kepada 11 peserta JFC Batch III.

Wartawan peserta JFC Batch III 2026 yang menerima sertifikat itu ialah:

  1. Tinwarotul Fatonah (Ayobandung.com, Batang).
  2. Hulwa Dzakira (Waspada.id, Banda Aceh).
  3. Novia Rochmawati (Radar Pekalongan Online, Pekalongan).
  4. Muhammad Prasetyo Lanang (Jatimtimes.com, Malang).
  5. Faryyanida Putwiliani Priyantika (Tribunnews.com, Surakarta).
  6. Rinto Heksantoro (Jatengpress.com, Purworejo).
  7. Dina Indriani (Viva Jogja, Batang).
  8. Moehamad Dheny Permana (Akurat.co, Jakarta).
  9. Lenggo Geni (Topsatu.com dan Harian Singgalang, Padang).
  10. Ikram (Mediaalkhairaat.id, Palu).
  11. Fatimah Az Zahra (Kompas.com, Boyolali).

Para wartawan dari berbagai daerah itu telah mengikuti pendidikan dan latihan (diklat) jurnalistik intensif secara hybrid (daring dan luring). Durasi diklat berlangsung sekira satu bulan pada Juni–Juli 2026. Materi diklat mencakup teori dan praktik jurnalistik, termasuk etika jurnalistik dan pemanfaatan teknologi terkini. 

“Selamat atas pencapaian Anda yang telah menyelesaikan program diklat jurnalistik JFC Batch III 2026. Semoga disiplin, ilmu, pengalaman, dan jejaring yang Anda peroleh menguatkan Anda sebagai wartawan profesional dan beretika. Selain itu, mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan situasi-kondisi yang ada,” ungkap Nurcholis.

JFC 2026 – Direktur GWPP Nurcholis MA Basyari (berdiri) memberikan sambutan pelepasan peserta Journalism Fellowship on CSR Batch III 2026 di Rumah Batik TBIG Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (10/7/2026).

Dia memaparkan hingga penutupan, para fellows telah menghasilkan 221 karya jurnalistik. Karya mereka berupa berita langsung (straight news), features, dan tulisan mendalam.

“Saya yakin jumlah karya para fellows akan terus bertambah setelah penutupan ini. Karena, teman-teman masih menyimpan banyak bahan dari kunjungan lapangan di Pekalongan ini.”

Hingga Sabtu (11/7/2026), jumlah karya jurnalistik para peserta JFC III mencapai 229 artikel.

Dukungan Penuh TBIG

Secara khusus, Nurcholis mengapresiasi manajemen PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) atas dukungan penuhnya terhadap penyelenggaraan JFC. Menurut rencana, diklat jurnalistik JFC akan terus berlanjut.

“Terima kasih kepada Pak Lie Si An dan manajemen TBIG atas support penuhnya. Kami sangat mengapresiasi TBIG yang mempercayakan penuh penyelenggaraan JFC kepada GWPP. Termasuk, dalam penyusunan kurikulum, materi, dan narasumber, yang tanpa ada campur tangan.”

Nurcholis juga berterima kasih dan apresiasi kepada para mentor, yakni wartawan senior Jamalul Insan dan Fransiskus Surdiasis. Nurcholis dan dua mentor koleganya tersebut disiplin dan intensif membimbing (coaching & mentoring) para peserta. Selain itu, mereka juga memberikan materi jurnalistik sebagai narasumber.

“Terima kasih dan apresiasi juga patut kami sampaikan kepada para narasumber yang berkenan memberikan pencerahan serta berbagi ilmu dan pengalaman kepada para peserta JFC III GWPP-TBIG,” lanjut Nurcholis.

JFC 2026 – Chief of Business Support Officer TBIG Lie Si An (berdiri) memberikan sambutan pada pelepasan peserta Journalism Fellowship on CSR Batch III 2026 di Rumah Batik TBIG Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (10/7/2026).

Sementara itu, Lie Si An juga menyampaikan selamat kepada para fellows yang telah berhasil menuntaskan keikutsertaan mereka dari awal sampai dengan akhir program pelatihan Journalism Fellowship on CSR batch III.

Ekosistem Batik

Lie Si An mengapresiasi pelatihan ini sebagai bagian dari pembentukan ekosistem dari sisi penanganan Corporate Social Responsibility (CSR) yang tidak berjalan sendirian. Ekosistem pengembangan batik tidak cukup hanya Rumah Batik dan wadah usaha koperasi. Namun, juga komunitas pendidikan dan Indonesian Fashion Chamber (IFC) yang mendukungnya. Selain itu, bagian ekosistem yang tidak kalah penting ialah pers. Dalam hal ini, Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP), sebagai motor penggeraknya.

“Perjalanan 12 tahun ini bukan perjalanan yang pendek. Awalnya kami ingin melestarikan budaya batik sebagai warisan Indonesia. Namun dalam perjalanannya berkembang menjadi pemberdayaan pembatik, penguatan generasi muda, hingga pengembangan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Lie Si An menjelaskan, TBIG tidak hanya memberikan pelatihan membatik. Tetapi, juga mengembangkan koperasi yang mendukung permodalan dan membantu pemasaran produk. Selain itu juga menghadirkan IFC agar para perajin mampu menghasilkan produk batik bernilai tinggi yang berorientasi pasar.

“Kami ingin para alumni tidak hanya bisa membuat batik, tetapi juga mampu menjadikan batik sebagai produk yang memiliki nilai tambah sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka dan masyarakat di sekitarnya.”

Dia berharap ekosistem yang terbangun itu dapat terus berkembang dan menginspirasi berbagai pihak, termasuk kalangan wartawan, dalam menyebarluaskan praktik-praktik baik pemberdayaan masyarakat.

Turut hadir pada pelepasan peserta Journalism Fellowship on CSR Batch III antara lain Head of CSR Department TBIG Arief Wibisono, Senior CSR Advisor TBIG Fahmi Sutan Alatas, Regional Manager Jawa Tengah TBIG Tri Pambudi.

Hadir juga Kepala Kantor Pelayanan Koperasi Bangun Bersama (KBB) Pekalongan Nanang Tri Purwanto, Kepala Kantor Pelayanan KBB Solo Eko Agus, dan Kepala Kantor Pelayanan KBB Semarang Novi Tri Handayani.

Selain itu, hadir Senior Advisor IFC Dina Midiani dan Taruna Kusmaryuda Kusmayadi, Sekretaris Jenderal IFC Neera Alatas, serta para peserta Young Batik Entrepreneurs Fashion Fellowship 2026.

  • Share
Exit mobile version